Adalah Billy, ketua komunitas Bandung All Vape yang menemani Inovasi Tembakau untuk mengenal komunitas ini lebih dalam. Berawal dari orang-orang yang tidak saling mengenal dan disatukan melalui grup jual beli produk-produk vape di Facebook, Bandung All Vape tumbuh menjadi komunitas solid sejak 2018.

Setahun untuk Selamanya

“Sataun Salawasna” menjadi jargon khas ala Bandung All Vape yang digaungkan setiap tahunnya. Empat tahun tentu bukan perjalanan yang sebentar bagi sebuah komunitas. Ketika awal mula terbentuk, komunitas ini memiliki 120 anggota dan berkembang pesat hingga 180 orang dalam jangka waktu setahun.

“Semakin ke sini, saya lebih membatasi jumlah anggota agar komunitas bisa lebih produktif. Akhirnya disaring orang-orang yang benar-benar aktif hingga saat ini berjumlah 65 anggota,” pungkas Billy.

Sataun Salawasna bukanlah jargon tanpa makna. Ada sebuah doa yang disematkan seraya memperingati tahun demi tahun yang berjalan, bahwa setiap tahun adalah sebuah pencapaian dan dasar kuat menuju tahun-tahun berikutnya sebagai sebuah komunitas. Ada alasan mengapa komunitas ini bisa bertahan sebagai 1 dari 35 komunitas vapers yang aktif di Bandung saat ini: solid.

Menyatukan pemikiran tidaklah mudah

Bandung All Vape menjadi komunitas yang menaungi anggota dengan berbagai jenis device. Perbedaan device tidak menjadi soal karena tujuan utama komunitas ini adalah mempererat silaturahmi dan tali persaudaraan. Untuk menjaga agar komunitas tetap solid, vapemeet diadakan seminggu sekali untuk sharing dan merencanakan berbagai aktivitas mendatang untuk komunitas. Namun dengan adanya pandemi, intensitas berkumpul menjadi 2 minggu sekali dengan membatasi jumlah anggota yang hadir.

Selain vapemeet, agenda komunitas ini terbagi dalam beberapa aktivitas, seperti anniversary, kegiatan bakti sosial, perlombaan, maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang melibatkan komunitas vapers lain dan masyarakat umum. Bandung All Vape percaya, solidnya komunitas akan semakin kuat ketika ada aktivitas yang dilakukan bersama dan sharing secara langsung.

Billy mengakui, banyak hal-hal berkesan yang lahir dari Bandung All Vape. “Menyatukan pemikiran dengan banyak orang itu tidak mudah, karena kita harus menghadapi banyak perbedaan,” ujar Billy. Meski demikian, Billy sangat bersyukur karena bisa menemukan banyak teman baru dan melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat dan positif untuk orang-orang di sekitar mereka.

Bandung All Vape terbuka bagi vapers Bandung yang ingin bergabung dalam komunitas, selama calon anggota tidak tergabung dalam komunitas lain, berusia di atas 21 tahun, dan siap menjadi anggota yang aktif.

Menjadi vapers sejak 2014

Awal mula perkenalan Billy dengan vape, terjadi tahun 2014 saat ia bekerja di restoran. Saat itu, ia melihat pelanggan restoran yang menggunakan vape dan mulai mencari berbagai informasi mulai dari Google hingga vape store. Sempat menjadi dual user, Billy akhirnya berhenti merokok tahun 2019.

“Sebelum kenal vape, sehari bisa 2 bungkus. Lama-lama, rasa rokok mulai berbeda karena sudah terbiasa pakai vape. Akhirnya bisa berhenti sendiri,” cerita Billy.

Menurutnya, saat itu hanya ada 2 vape store di Bandung dan belum banyak informasi yang tersedia. Hal itu membuat Billy bolak balik vape store untuk urusan device, salah satunya untuk ganti coil. Bagi Billy, baik menggunakan mod atau pod, dua duanya sama-sama ia sukai, tergantung dari situasi dan kebutuhan.

Billy berpesan, keinginan untuk belajar sangat diperlukan ketika ingin berhenti merokok dengan vape. Ia menganjurkan penggunaan pod untuk vapers pemula. Selain itu, bertanya ke sesama vapers dan belajar langsung di vape store juga merupakan kunci penting.

“Intinya, jangan malu bertanya,” jelas ketua Bandung All Vape tersebut.

Untuk komunitas, pemerintah, dan industri

Sebelum menutup obrolan hari itu, Billy menekankan agar komunitas vapers tetap memperkuat tali silaturahmi dan menjaga tali persaudaraan. Terutama di saat seperti ini, ketika sulit untuk bertemu antaranggota seperti sebelum pandemi.

Selain komunitas yang kuat, Billy juga menyampaikan sudut pandangnya sebagai seorang konsumen. Ia berharap, industri vape dapat mempertahankan kualitas rasa liquid. “Jangan terlalu cepat mengeluarkan liquid dan jenis rasa baru. Sebagai penikmat, kami biasanya setia pada rasa yang sudah kami sukai. Saat ini, mango menjadi rasa liquid jenis fruity yang banyak disukai vapers. Kalau untuk creamy, lebih cenderung ke susu sereal atau strawberry cookies,” kata Billy sambal menjelaskan apa saja tren rasa liquid yang banyak digandrungi vapers saat ini.

Billy juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah, terutama mengenai misinformasi tentang vape yang banyak naik di pemberitaan. Ia berharap, informasi yang salah mengenai vape dapat ditindaklanjuti. “Banyak black campaign soal vape. Sangat disayangkan karena informasi itu diterbitkan oleh media-media terkenal. Jadi, kita butuh regulasi yang pasti,” tegas Billy seraya menyimpulkan obrolan hari itu.